0811-778-7755 | Pengovenan Pallet Kayu | Jual Palet Batam
Proses Pengovenan Pallet Kayu
Untuk menghasilkan produk pallet kayu (pallet ekport,
atau pallet oven atau pallet ispm #15) yang memenuhi standard yang telah
ditentukan, proses pengovenan mutlak diperlukan.
Proses pengeringan kayu secara umum ada beberapa
tahap,yaitu pemanasan awal ( preheating ), pengeringan sampai titik jenuh
serat, pengeringan sampai kadar air akhir, pengkondisian (conditioning),
pemerataan atau penyamaan kadar air kayu (equalizing), dan pendinginan (colling
down).
1. Pemanasan Awal (Preheating)
1. Pemanasan Awal (Preheating)
Kadar air kayu diatas titik jenuh serat mempunyai
kandungan air lebih dari 30%. Atau kayu yang akan melalui proses pengeringan
buatan mempunyai kadar air kira-kira 70%-40%, Sedangkan kadar air rata-rata
berkisar antara 50%-60%. Pada tahap pemanasan awal, kayu dibasahi lebih dahulu
dengan jalan menyemprotkan air ke delam oven dan temperatur diatur agak panas,
kira-kira 35 derajat – 40 derajat C. Air akan menguap dan membentuk kabut uap air
yang pekat sehingga udara akan menjadi berkelembaban tinggi. Permukaan kayu
akan menjadi basah, sehingga tegangan dalam kayu akan mengendur. Proses ini
dapat menghilangkan perbedaan tegangan dalam kayu yang timbul pada saat
pengeringan alami. Permukaan kayu akan menjadi basah, sehingga tegangan dalam
kayu akan mengendur. Proses ini dapat menghilangkan perbedaan tegangan dalam
kayu yang timbul pada saat pengeringan alami.
Tujuan proses pemanasan awal adalah :
a. Menyamakan kadar air awal kayu agar dapat diproses
dalam tahapan proses yang sama,
b. menghilangkan tegangan-tegangan dalam kayu selama
kayu ditimbun atau dikeringkan secara alami ( air dryer ). Lama proses
pemanasan awal berkisar 2-12 jam, bergantung pada jenis kayu dan tebal kayu.
Kayu yang berwarna terang dan mudah terserang jamur atau kayu yang mempunyai
zat ekstratif minyak, Sebaiknya tidak disemprot dengan air, cukup dengan
pengondisian temperatur awal yang rendah 30 derajat Celcius (30 o C)
2. Tahap Pengeringan Sampai titik Jenuh
Tujuan Proses ini adalah :
a. mengeluarkan kandungan air terikat dalam dinding sel kayu sehingga kayu dapat dikeringkan sesuai dengan kebutuhan
b. Menghindarkan cacat-cacat akibat perubahan bentuk atau pecah-pecah
c. Menghindarkan keluarnya zat ekstratif yang akan merusak warna kayu ( discolouration ).
Kendala yang sering dihadapi :
a.Terjadinya cacat tegangan dalam kayu ( Case Hardening ) atau cacat lainnya ( Melengkung, retak-retak atau pecah ujung ).
b. Perubahan warna kayu ( discolouration ).
c. Penurunan kadar air yang tidak merata.
3. Tahap Pengkondisian ( Conditioning )
Tujuan Proses ini adalah :
a. mengeluarkan kandungan air terikat dalam dinding sel kayu sehingga kayu dapat dikeringkan sesuai dengan kebutuhan
b. Menghindarkan cacat-cacat akibat perubahan bentuk atau pecah-pecah
c. Menghindarkan keluarnya zat ekstratif yang akan merusak warna kayu ( discolouration ).
Kendala yang sering dihadapi :
a.Terjadinya cacat tegangan dalam kayu ( Case Hardening ) atau cacat lainnya ( Melengkung, retak-retak atau pecah ujung ).
b. Perubahan warna kayu ( discolouration ).
c. Penurunan kadar air yang tidak merata.
3. Tahap Pengkondisian ( Conditioning )
Tahapan ini adalah tahap penurunan sedikit persentase
kadar air kayu dibawah target yang ditetapkan dengan cara sedikit menaikan
temperatur dan mengendalikan kelembaban relatif sedikit kering. Dengan demikian
kadar air kayu maksimum adalah kadar air yang ditargetkan. Kayu yang kering
akan mempunyai kadar air kayu lebih rendah dari target.
4. Penyamaan atau Pemerataan Kadar air kayu ( Equalizing )
4. Penyamaan atau Pemerataan Kadar air kayu ( Equalizing )
Tahap ini adalah penyemprotan air kedalam oven
sehingga permukaan kayu menjadi sedikit basah. Proses ini adalah untuk
menghilangkan tegangan-tegangan dalam kayu akibat kurang meratanya kadar air
dalam dan permukaan kayu. Pada akhir proses, kadar air permukaan kayu mencapai
5%-6%, tetapi pada bagian inti kayu masih 8%. Perbedaan 2% atau 1% dapat
disamakan dengan cara pembasahan ( water spray ) sehingga permukaan kayu juga
mempunyai kadar air 8%. Tegangan dalam kayu akan terbebaskan.
5. Tahap Pendinginan ( Cooling Down )
5. Tahap Pendinginan ( Cooling Down )
Tahap ini adalah tahap penurunan temperatur
perlahan-lahan dan penjagaan ketetapan sirkulasi udara dalam ruang oven.
Kemudian pintu oven dibuka sedikit sementara kipas sirkulasi tetap dijalankan.
Kayu yang panas dapat pecah atu retak bila perubahan udara di sekelilingnya terlalu
mendadak. Setelah proses pendinginan, Sebaiknya kayu didiamkan _+ 1 ( satu )
minggu sebelum proses produksi berikutnya. Tahap-Tahap pengeringan kayu secara
khusus harus menyesuaikan jenis kayu yang dikeringkan pada kelompok jenis kayu
( driying group ). Pengelompokan jenis kayu ini berbeda – beda menurut
teknologi produsen alat kontrol oven ( electronic kiln controller ).
Jenis-jenis kayu dapat dikelompokkan menjadi 3 ( tiga ), 5 ( lima ) dan 7 (
Tujuh ) kelompok proses pengeringan.
Setelah melewati proses ini pallet kayu (pallet eksport, pallet ISPM#15, pallet lokal, box, crate dan dunnage) siap menuju proses selanjutnya.
Sedang Butuh kayu pallet Yang Berkualitas di batam?
Hubungi kami 0811-778-7755

0 Response to "0811-778-7755 | Pengovenan Pallet Kayu | Jual Palet Batam"
Post a Comment